DETAIL DOCUMENT
Pengembangan Sereal Pangan Lokal Berbasis Tepung Tempe dan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) ditinjau dari Sifat Organoleptik, Kadar Air, Kadar Abu sebagai Pangan Darurat bagi Balita
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
YANSIH, VEBRI
Wahyudi, Anang
Yunita, Yunita
Yosephin, Betty
Suryani, Desri
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-12-10 02:24:46 
Abstract :
Bencana merupakan kejadian luar biasa yang terjadi diluar kendali manusia. Tanpa diketahui waktu terjadinya dan seberapa besar dampak kerugian yang akan ditimbulkan. Dampak bencana dapat berupa rusaknya lingkungan dan menyebabkan kematian masal. Besarnya dampak tersebut membuat pentingannya perhatian seluruh masyarakat untuk kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana. Tidak hanya bencana alam, Indonesia juga sering dilanda bencana non alam seperti konflik sosial. Hal ini membuka peluang munculnya bencana baru seperti KLB penyakit tertentu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan sereal pangan lokal berbasis tepung tempe dan tepung daun kelor ditinjau dari sifat organoleptik, kadar air, kadar abu sebagai pangan darurat untuk balita. Metode : Desain penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimen atau percobaan (Eksperimen Research). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang bertujuan untuk menilai suatu perlakuan atau tindakan. Dalam penelitian ini perlakuan dilakukan untuk mengetahui daya terima sereal berdasarkan uji organoleptik warna, rasa, aroma, tekstur yang dilakukan terhadap 30 panelis terlatih serta uji karakteristik dengan parameter kadar air dan kadar abu pada produk yang paling disukai. Uji yang digunakan yaitu kruskall-wallis dan mann-whitney. Hasil : hasil penelitian dari tiga produk yang diuji (F1, F2, F3) menunjukan bahwa adanya perbedaan terhadap daya terima organoleptik warna (p=0,000), rasa (p=0,000), aroma (p=0,000), dan tekstur (p=0,000). Maka pada daya terima organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur dilanjutkan dengan uji mann-whitney. Kesimpulan : Dari tiga perlakuan sereal tersebut didapatkan produk yang paling disukai adalah F2 dengan kadar air 6,45% dan kadar abu 1,45%. Saran : diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan terkait kandungan atau Analisa zat gizi lainnya, pangan fungsional ini dapat dijadikan sebagai usaha rumahan karena bahan yang murah dan mudah didapat selain itu dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal yang sehat dan murah. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu