Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
OKTAVIANI, POPI
Jumiyati, Jumiyati
Kusdalinah, Kusdalinah
Okfrianti, Yenni
Simanjuntak, Betty Yosephin
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 01:35:28
Abstract :
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dari usia 0-59 bulan yang di tandai dengan indeks status gizi Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan Z-Score kurang dari -2 SD yang mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya.Puskesmas Kerkap merupakan salah satu Puskesmas dengan angka stunting nomor dua tertinggi setelah Puskesmas D4 Ketahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat observasional dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi balita usia 24-59 bulan Metode pengambilan sampel menggunakan stratified simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan Form FFQ semi quantitative. Menggunakan uji statistic chi square dengan ?=0,05 dan analisis multivariat analisis regresi logistik.
Hasil diperoleh ada hubungan yang bermakna riwayat pemberian ASI ekslusif dan asupan protein dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Kerkap Kabuparen Bengkulu Utara dengan hasil analisis uji chi-square ASI Ekslusif p=0,007 dan asupan protein p=0,026. Hasil analisis ASI Eksklusif didapatkan nilai OR 3,632, artinya balita yang tidak mendapatkan ASI secara ekslusif 3,6 kali beresiko (95%CI 1,506 ? 8,763) dan OR asupan protein 3,661(1,266-10,584). Faktor BBL, jumlah anak, asupan zat gizi (energy, zink, zat besi dan kalsium), status gizi tidak memiliki hubungan bermakna p>0,05
Kesimpulannya faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas kerkap Kabupaten Bengkulu Utara adalah riwayat asi eksklusif dan asupan protein.