Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
PRILIA CHANIA, DISYA
Meriwati, Meriwati
Rizal, Ahmad
Simbolon, Demsa
Jumiyati, Jumiyati
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 01:02:12
Abstract :
Anak sekolah dasar adalah anak-anak usia 6-12 tahun yang sedang berada pada periode proses pertumbuhan dan perkembangan melesat dan fungsi otak anak sedang terbentuk. Oleh karena itu anak-anak pada masa sekolah bisa menjadi target yang tepat dalam hal perubahan gizi anak yang lebih baik lagi (Kusudaryati, 2018). Di Indonesia, masalah kekurangan protein dan kekurangan energi masih terjadi terutama pada anak-anak. Rendahnya konsumsi makanan sumber protein hewani merupakan faktor risiko terjadinya stunting atau kurang gizi pada anak. Selain itu juga kekurangan zink menjadi masalah yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, Sebagai salah satu zat gizi mikro, kebutuhan asupan zink sering diabaikan (Azrimaidaliza dkk., 2020).
Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya perbedaan konsumsi protein dan zink berdasarkan status gizi pada anak SDN 05 Kota Bengkulu. Desain penelitian ini adalah cross sectional, sampel penelitian ini adalah anak kelas 4 dan 5 di SDN 05 Kota Bengkulu sebanyak 106 responden. Konsumsi protein dan zink dihitung menggunakan food frequency questionnare semi kuantitatif dan status gizi menggunakan timbangan digital dan microtoice. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11-25 Mei 2022. Analisis data menggunakan uji one way anova.
Tidak ada perbedaan protein berdasarkan status gizi pada anak di SDN 05 Kota Bengkulu (p=0,595). Dan ada perbedaan konsumsi zink berdasarkan status gizi pada anak di SDN 05 Kota Bengkulu (p=0,038). Rata-rata konsumsi protein pada anak sudah cukup baik, sedangkan untuk konsumsi zink masih kurang dari angka kecukupan. Saran untuk responden sebaiknya perlu adanya edukasi mengenai kebutuhan gizi yang dilakukan oleh sekolah.