DETAIL DOCUMENT
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Di Rsud Dr.M.Yunus Bengkulu
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
OKTAPIANI, SINTA
Rachmawati, Rachmawati
Widiyanti, Desi
Mizawati, Afrina
Yanniarti, Sri
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-09-22 04:02:01 
Abstract :
Asfiksia neonatorum adalah keadaan gawat bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur segera setelah lahir (Indah, 2019). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018, Prematuritas, kejadian terkait intrapartum seperti asfiksia lahir, kelahiran trauma, dan sepsis neonatal menyumbang hampir tiga seperempat dari semua kematian neonatal.Faktor-faktor yang menyebabkan asfiksia bisa dari faktor ibu, faktor bayi, faktor plasenta dan faktor persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2020. Jenis penelitian data sekunder dengan rancangan penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang dilahirkan dan ibu bersalin yang tercatat di register sebanyak 450 ibu bersalin yang mengalami asfiksia sebanyak 107 kasus. Dengan perhitungan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana sampel berjumlah 107 kasus dengan perbandingan 1:1 sehingga sebanyak 107 sebagai kontrol dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa preeklamsia, usia kehamilan, kala II lama, KPD dan BBLR dengan nilai p value <0,05 yang artinya terdapat hubungan preklamsia, usia kehamilan, kala II lama, KPD dan BBLR dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2020. Faktor yang paling berpengaruh pada asfiksia yaitu KPD.Diharapkan agar ibu yang lagi hamil untuk sering melakukan pemeriksaan ANC supaya bisa mendeteksi dini keadaan bayi dan ibu pada saat persalinan. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu