Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
YANTI, CINDY FITRI
Damarini, Susilo
Savitri, Wewet
Destariani, Elvi
Yulyana, Nispi
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-09-22 04:24:29
Abstract :
Provinsi Bengkulu menyumbang pravelensi balita usia 36-59 bulan yang mengalami gangguan perkembangan sebesar 8,3%. Agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal maka anak harus mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah usia 4-5 tahun di TK Wijaya Kusuma Bengkulu Utara.
Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian quasie eksperimental design dengan rancangan non equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan rumus Lemeshow sehingga mendapatkan 17 orang responden kelompok intervensi dan 17 orang kelompok kontrol dengan total sampel 34 orang, teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner dan penilaian menggunakan lembar instrument DDST II aspek motorik halus. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxcon dan uji Mann Whitney.
Hasil penelitian ini diketahui nilai rata-rata perkembangan motorik halus pada kelompok intervensi didapatkan perbedaan atau selisih peningkatan sebesar 1,12 dan kelompok kontrol rata-rata peningkatan sebesar 0,53 hasil uji statistic Mann-Whitney Test didapatkan nilai p-value =0,042 (<0,05). Kesimpulan ada pengaruh metode bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah usia 4-5 tahun di TK Wijaya Kusuma. Saran untuk TK diharapkan penelitian ini dijadikan dasar untuk untuk menerapkan metode bermain puzzle pada anak prasekolah usia 4-5 tahun untuk meningkatkan perkembangan motorik halus.