DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Konsumsi Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica) Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
PRATIWI, NURUL
Burhan, Rialike
Mizawati, Afrina
Wahyuni, Elly
Yorita, Epti
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-09-22 07:21:50 
Abstract :
Emesis gravidarum merupakan keluhan normal yang sering dialami ibu hamil trimester pertama, dan dapat menjadi hyperemesis gravidarum sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan kehamilan. Pisang kepok merupakan makanan terbaik karena mengandung vitamin yang diperlukan ibu hamil, pisang kepok banyak kandungan flavonoid serta vitamin B6 yang mampu mengatasi emesis gravidarum pada kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsumsi pisang kepok (Musa Paradisiaca Formatypica) terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre test-Post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 24 orang ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu pada tanggal 16 November 2021 sampai dengan 16 Desember 2021. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata frekuensi emesis gravidarum ibu hamil trimester I sebelum konsumsi pisang kepok sebesar 8,20 sedangkan rata-rata frekuensi emesis gravidarum ibu hamil trimester I setelah konsumsi pisang kepok sebesar 5,75. Hasil analisis bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank diperoleh nilai Z= -6,431 dan nilai p-value=0,000 dengan taraf signifakansi <0,05 menunjukan adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan setelah konsumsi pisang kepok. Diharapkan bagi masyarakat dapat memanfaatkan pisang kepok sebagai pengobatan alternatif sebelum menggunakan obat antiemetik, dan dapat mengolah varian lain dari tanaman pisang kepok yang dapat digunakan untuk menurunkan frekuensi emesis gravidarium. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu