Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
SARI, YULIKA NOPITA
Riyadi, Agung
Annisa, Rahma
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-11 01:40:57
Abstract :
Abstrak: Exercise Therapy Joint Mobility digunakan sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan batas gerakan sendi abnormal, Exercise Therapy Joint Mobility merupakan salah satu latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif maupun pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perbedaan teknik Exercise Therapy Joint Mobility terhadap tingkat nyeri sendi RA dan untuk mengetahui pengaruh Exercise Therapy Joint Mobility terhadap tingkat nyeri sendi RA. Penelitian ini menggunakan metode desain quasi eksperimental dengan rancangan (pre-test and post-test with control group design). Cara pengambilan sampel dengan mengunakan metode Random Sampling dengan sampel penelitian 44 orang, responden pada penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi 22 orang dan kelompok kontrol 22 orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Maret 2019 Kelompok intervensi melakukan Exercise Therapy Joint Mobility 2-3 kali sehari sebanyak 8 kali, sedangkan kelompok kontrol di berikan Edukasi penyakit RA. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,005) dan p velue 0,000 p?0,005 yang artinya ada pengaruh Exercise Therapy Joint Mobility terhadap tingkat nyeri sendi RA, dan menggunakan uji Mann Whitney dengan p velue 0,000 p?0,005 yang artinya ada perbedaan bermakna antara Exercise Therapy Joint Mobility dengan Edukasi pencegahan RA di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Exercise Therapy Joint Mobility merupakan salah satu cara yang mudah dilakukan dimana saja dan gerakannya mudah dipahami oleh lansia dengan Rheumatoid Arthiris.