Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
ROSSADINA, REVANI
Destariyani, Elvi
Eliana, Eliana
Andriani, Lusi
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-13 04:20:57
Abstract :
Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia belum mencapai target nasional, pada tahun 2017 cakupan ASI Eksklsif sebesar 35,73%, serta Provinsi Bengkulu sebesar 67% dan Kota Bengkulu 50,5%, khususnya di Puskesmas Pasar Ikan 31,9% sedangkan target nasional 80% bayi mendapatkan ASI Eksklusif. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif yakni pengetahuan, paritas, sosial budaya dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan berjumlah 102 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu pada bulan Januari 2019. Menggunakan data primer dianalisa secara univariat, bivariat dan multivariat dengan sistem komputerisasi. Hasil penelitian dari 102 ibu hampir sebagian besar (34,3%) mempunyai pengetahuan kurang, sebagian besar (56,9%) primipara, sebagian besar (70,6%) mengikuti sosial budaya, sebagian besar (59,8%) tidak mendapat dukungan suami serta sebgaian besar (66,7%) tidak memberikan ASI Eksklusif. Variabel pengetahuan (p=0,022), paritas (p=0,040), sosial budaya (p=0,001), dukungan suami (p=0,038) berhubungan dengan ASI Eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah sosial budaya (p=0,001 Exp(B)= 5,128).
Diharapkan untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif, petugas kesehatan lebih intensif mengadakan penyuluhan dan konseling tentang ASI Eksklusif pada ibu hamil dan ibu menyusui. Serta meningkatkan kemampuan petugas kesehatan yang kompeten sebagai konselor ASI.