Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
CAROLINA, AYU
Wahyuni, Elly
Rachmawati, Rachmawati
Kurniawati, PS
Andeka, Wisuda
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-14 02:11:30
Abstract :
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makanan dan minuman pendamping yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif sangatlah penting, namun di Indonesia angka kesadaran tersebut masih sangat rendah terkhususnya di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pekerjaan ibu, dan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Simpang Nangka Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2018.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan pengambilan sampel secara Total Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan responden ibu yang mempunyai bayi >6 ? 12 bulan dengan jumlah 90 orang.
Hasil penelitian mengungkapkan lebih dari sebagian ibu mempunyai pengetahuan yang kurang (51.1%); sebagian besar ibu bekerja (74.4%); lebih dari sebagian ibu melaksanakan IMD (62.2%); lebih dari sebagian ibu memiliki usia 20-35 tahun (68.9%); lebih dari sebagian berpendidikan rendah (56.7%); lebih dari sebagian memiliki anak lebih dari satu (66.7%); dan lebih dari sebagian tidak memberikan ASI eksklusif (67.8%). Berdasarkan uji statistik terhadap variabel Pengetahuan, Pekerjaan, dan Pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI eksklusif didapatkan P-value 0.000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan, pekerjaan ibu, dan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif. Diharapkan tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan promosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pada ibu menyusui untuk memberikan susu formula sebagai pengganti ASI eksklusif.