Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
SEBAYANG, HELMI BR
Susiwati, Susiwati
Sahidan, Sahidan
Marlina, Leni
Welkriana, Putri Widelia
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 00:56:16
Abstract :
Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Pemeriksaan jumlah trombosit dan nilai hematokrit menjadi indikator diagnosis DBD. Nilai hematokrit akan meningkat (hemokonsentrasi) karena penurunan volume plasma darah, sedangkan jumlah trombosit akan menurun (trombositopenia) akibat supresi sumsum tulang dan munculnya antibodi terhadap trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit dan nilai hematokrit pada penderita demam berdarah dengue. Metode penelitian ini bersifat deskriftif. Mengukur jumlah trombosit dan nilai hematokrit penderita DBD pada 36 responden yang dirawat inap di RSUD Curup. Data yang diambil adalah hasil pemeriksaan darah penderita DBD dan dianalisis menggunakan alat otomatis Sysmex XN 450. Hasil jumlah trombosit dan nilai hematokrit dari 36 responden ini didapatkan jumlah trombosit menurun sebanyak 31 orang, trombosit masih dalam jumlah normal sebanyak 5 orang, diantaranya 2 orang pada fase demam dan 3 orang pada fase penyembuhan, sedangkan nilai hematokrit tidak ada yang meningkat. Kesimpulan dari hasil penelitian jumlah trombosit pada fase demam rata-rata 120,56±39,8/µL dan nilai hematokritnya rata-rata 41,11±4,4%. Jumlah trombosit pada fase kritis diperoleh rata-rata 71,08±26,96/µL dan nilai hematokritnya rata-rata 40,12±3,04%. Dan jumlah trombosit pada fase penyembuhan diperoleh rata-rata 161,33±6,02/µL dan nilai hematokritnya rata-rata 38,6±2,8%.