Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
PURBA, ARIDON
Simbolon, Demsa
Haya, Miratul
Jumiyati, Jumiyati
Kamsiah, Kamsiah
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 03:03:06
Abstract :
Anemia pada remaja putri di berbagai daerah masih tinggi, seperti kejadian anemia pada remaja
putri di Kota Bengkulu pada tahun 2013 mencapai 43 % . Penelitian ini memiliki tujuan untuk
melihat gambaran kadar hemoglobin remaja putri berdasarkan umur dan tingkat pendidikan di
Kota Bengkulu tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif
berdasarkan data sekunder pemeriksaan kadar hemoglobin yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota
Bengkulu tahun 2017. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri dengan tingkat pendidikan
SMP dan SMA, dengan jumlah sample 32-34 siswa dari tiap tiap sekolah (9 SMP dan 6 SMA),
sehingga di dapat sebanyak 500 siswa menjadi sample. Analisi data menggunakan analisis univariat
dengan menghitung distribusi frekuensi dan proporsi kadar hemoglobin. Hasil penelitian didapat
sebanyak 34,3% remaja putri mengalami anemia. Kejadian anemia berdasarkan hasil penelitian
lebih tinggi terjadi ada remaja awal pada usia 12-15 tahun dengan tingkat pendidikan SMP. Usia
remaja awal (SMP) memiliki ciri-ciri lebih memperhatikan bentuk tubuh sehingga pola konsumsi
makanan tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dikarenakan adanya kecenderungan
untuk diet pada usia remaja awal, selain itu sifat lebih dekat dengan teman sebaya mengakibatkan
pola makan yang sembaranagan dengan banyak mengkonsumsi ?jung food? karena mengikuti
trend teman-teman dekatnya. Dampak pertumbuhan dan perkembangan sel otak yang dapat
menimbulkan daya tahan tubuh menurun, mudah lemas dan lapar, konsentrasi belajar terganggu
serta mengakibatkan produktivitas kerja yang rendahberefek sampai mengalami kehamilan
nantinya.Adanya programsosialisasitentang anemia, pengawasan dan pendampingan terhadap
pemberian tablet Fe dapat mencegah tingginya anemia pada remaja putri.