DETAIL DOCUMENT
Gambaran Pengetahuan dan Pola Asuh Makan Ibu Baduta (12-24 Bulan) pada Kejadian Stunting di Wilayah Kerja uptd Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2018
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
WANRAWATI, WANRAWATI
Cortis, Tonny
Rizal, Ahmad
Yuliantini, Emy
Okfrianti, Yenni
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-12-10 03:06:57 
Abstract :
Latar Belakang : Masalah gizi terutama stunting masih menjadi masalah utama di dunia. Menurut WHO (2005), prevalensi stunting pada balita sebesar 36,4%. Sedangkan di Indonesia, prevalensi stunting tahun 2013 adalah 37,2%, terdiri dari 18,0% sangat pendek dan 19,2% pendek (Kemenkes RI, 2013). Prevalensi stunting pada balita di Provinsi Bengkulu sebesar 39,7% dan Kota Bengkulu sebesar 31,5% (SDT, 2014). Pola asuh ibu merupakan perilaku ibu dalam mengasuh balita yang dipengaruhi oleh pengetahuan. Hasil survei awal di wilayah UPTD Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu didapatkan anak usia 12-24 bulan dengan status stunting sebanyak 5 orang. Kemudian hasil wawancara pengetahuan didapatkan dari 5 ibu Baduta (12-24) terdapat 2 pengetahuan kurang dan pola asuh didapatkan 3 ibu baduta (12-24) kategori kurang. Tujuan penelitian : diketahuinya Gambaran Pengetahuan Dan Pola Asuh Makan Ibu Baduta (12-24 Bulan) Pada Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2018. Metode penelitian : Deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Sampel adalah anak dengan kejadian stunting yang masuk dalam kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian : Ibu baduta (12-24 bulan dengan pengetahuan kurang sebanyak 11 orang (36,6 %) dan ibu dengan pengetahuan baik sebanayk 19 (63,33%). kemudian ibu dengan pola asuh kurang ada sebanyak 25 (83,33%) dan ibu dengan pola asuh baik sebanyak 5 (16,7 %). Simpulan : ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 19 (63,3%), pola asuh makan ibu sebanyak 25 (83,3%) adalah kurang, dan sebanyak 14 (46,6%) baduta stunting. Saran : Dihimbau pada masyarakat melalui kader posyandu agar lebih aktif lagi mengajak ibu-ibu balita memanfaatkan posyandu guna memonitor pertumbuhan dan perkembangan balita. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu