Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Styawati, Rewa Shinta
Ismiati, Ismiati
Heryati, Kosma
Marsofely, Reka Lagora
Yorita, Epti
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-06-07 07:05:48
Abstract :
Status gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kekurangan gizi dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan dan menurunkan daya tahan tubuh yang berakibat meningkatnya angka kesakitan dan kematian.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita di Puskesmas Kota Bengkulu Tahun 2018. Sampel adalah anak balita berusia 1-5 tahun di Puskesmas Sawah Lebar dan Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu yang berjumlah 97 orang. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan dengan univariat, bivariat, dan multivariat.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan status gizi baik 86,6%, jenis kelamin perempuan 63,9%, berat badan lahir normal 95,9%, tidak memiliki riwayat diare 74,2%, tidak memiliki riwayat ISPA 58,8%, yang diberikan kolostrum 82,5%, yang diberikan ASI eksklusif 60,8%, tingkat pendidikan Ibu tinggi 73,2%, tingkat penghasilan keluarga perbulan tinggi 70,1%, dan jumlah anak 1-2 orang 66,1%. Hasil analisis bivariat terdapat 4 variabel yang mempengaruhi status gizi balita yaitu status pemberian ASI eksklusif (p = 0,045, OR = 2,604), riwayat penyakit Diare (p = 0,047, OR = 2,539), riwayat penyakit ISPA (p = 0,029, OR = 2,667), dan tingkat pendapatan keluarga perbulan (p = 0,003, OR = 6,095). Hasil analisis multivariat didapat bahwa tingkat pendapatan keluarga perbulan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi status gizi balita ( p = 0,00, OR = 2,157).
Saran dari hasil penelitian ini adalah diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang status gizi balita dan pentingnya memperhatikan kesehatan anak balita sehingga nantinya tidak mengalami gizi kurang.