Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
SUSANTI, SUSI
Khasanah, Heti Rais
Febriyanto, Tedy
Sahidan, Sahidan
Farizal, Jon
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 00:56:27
Abstract :
Latar Belakang : Transmisi telur cacing ke manusia biasa terjadi dari tanah yang mengandung telur cacing. Telur cacing Soil Transmitted Helmiths (STH) dikeluarkan bersamaan dengan tinja orang terinfeksi. Di daerah yang tidak memiliki sanitasi yang memadai, telur ini akan mengkontaminasi tanah. Penyakit infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah dapat masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara. Salah satunya melalui tangan yang kotor merupakan media penularan Soil Transmited Helminths. Kuku jari tangan yang kotor kemungkinan terselip telur cacing yang akan tertelan ketika makan. Tujuan : Untuk mengetahui telur cacing Soil Transmitted Helminths dan Peningkatan Leukosit pada Tinja dan DarahSiswa siswi SDN 01 Muara Tetap Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Metode : Menggunakan Desain Ovserfatif yaitu suatu penelitian untuk melihat gambaran prevalensi telur cacing Soil Transmitted Helminths pada Tinja dan Leokosit pada DarahSiswa siswi SDN 01 Muara Tetap Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur untuk mengetahui adakah telur cacing Soil Transmitted Helminths. Diperiksa dengan metode sedimentasi menggunakan reagen Eosin 2%. Data yang didapat dari pemeriksaan laboratorium dianalisis univariat.
Hasil : Distribusi frekuensi telur cacing Soil Transmitted Helminths pada Tinja dan Darah Siswa siswi SDN 01 Muara Tetap Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur yaitu AscarisLumbricoides (13,88%), Trichiuris Trichiura (8,33%). Peningkatan kadar Leukosit sebanyak (33,3% ). Kesimpulan : Telur cacing Ascaris Lumbricoides sebagian kecil pada Tinja yang terkontaminasi, telur cacing Trichuris Trichiura sebagian kecil pada Tinja Siswa Siswi yang terkontaminasi. Leukosit hampir sebagian pada darah Siswa Siswi. Ketika bermain mengunakan alas kaki, mencuci tangan setelah selesai bermain dan sebelum makan, menjaga kebersihan Lingkungan sekolah.