Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
OCTAVIANA, RACHMI
Meriwati, Meriwati
Krisnasary, Arie
Haya, Miratul
Kusdalinah, Kusdalinah
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-24 03:16:34
Abstract :
Stroke merupakan penyakit akibat gangguan peredaran darah otak yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Prevalensi stroke di Bengkulu yaitu 7,0 % menduduki urutan ke 14 se Indonesia dan urutan ke 4 di Provinsi Sumatera. Kebiasaan makan merupakan pola prilaku konsumsi pangan yang diperoleh berulang ? ulang, menekan angka stroke berulang yang perlu diperhatikan adalah mengetahui faktor resiko dan memperbaiki gaya hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebiasaan makan ditinjau dari frekuensi kekambuhan pada pasien stroke Di RSUD M Yunus Bengkulu tahun 2016. Metode penelitian: penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan desain total sampling data yang diambil meliputi karakteristik responden, kekambuhan stroke dan kebiasaan makan menggunakan form FFQ dengan jumlah sampel 19 orang pada periode 1 Februari 2016 ? 1 Maret 2016.
Hasil penelitian ini proporsi stroke berulang terjadi pada sebagian pasien yang sering mengkonsumsi bahan makanan sumber lemak jenuh yaitu jagung (50 %), kelapa parut (50 %) dan minyak kelapa (25 %). pasien stroke yang terserang stroke berulang tidak pernah mengkonsumsi margarin (100 %), kacang tanah (75 %) dan alpukat (50 %). Seluruh pasien stroke yang terserang stroke berulang tidak pernah mengkonsumsi bahan makanan sumber linoleat yaitu minyak jagung (100 %), kacang kedele (100 %) dan sebagian kecil pasien stroke tidak pernah mengkonsumsi ikan dan tahu. Seluruh pasien stroke yang terserang stroke berulang sering mengkonsumsi roti putih (100 %) dan sebagian kecil pasien stroke sering mengkonsumsi telur bebek dan kecap. Sebagian besar pasien stroke yang terserang stroke berulang tidak pernah mengkonsumsi bahan makanan sumber serat yaitu kacang merah (75 %) dan sebagian pasien stroke tidak pernah mengkonsumsi sirsak (50 %), anggur (50 %), tauge (50 %), buncis (50 %), brokoli (50 %), ketimun (50 %) dan kacang hijau (50 %).
Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kekambuhan stroke lebih banyak terjadi pada pasien yang sering mengkonsumsi bahan makanan sumber lemak jenuh dan natrium yaitu roti putih, jagung, kelapa parut dan minyak kelapa. Dan sebagian pasien stroke berulang tidak pernah mengkonsumsi bahan makanan sumber oleat, linoleat dan serat.