Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
HARSI, TRI
Simbolon, Demsa
Darwis, Darwis
Haya, Miratul
Yulianti, Risda
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-24 03:31:29
Abstract :
Pada negara berkembang, prevalensi stunted yang terjadi pada anak balita sangat tinggi. Kajian gizi kurang berdasarkan tinggi badan menurut umur masih sekitar 30-40% anak balita di indonesia di klasifikasikan pendek. Keadaan gizi yang tidak baik pada usia balita akan berlanjut pada gangguan pertumbuhan anak, sekitar 53,4% anak balita menderita gizi kurang. di daerah endemik gangguan akibat kurang yodium (GAKY) cenderung lebih buruk di banding daerah non-endemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi yodium terhadap pertumbuhan linier balita.
Design penelitian ini cross sectional. Populasi yang diambil adalah anak balita yang ber umur 2-5 tahun serta sampelnya berjumlah 73 orang anak balita. faktor yang menjadi variabel independent dalam analisis ini masing-masing terdiri: umur anak balita, jenis kelamin anak balita, TB anak balita, BB anak balita, serta konsumsi yodium dan faktor dependent pertumbuhan linier anak balita.
Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi yodium kurang prevalensi status gizi pendek lebih besar 73,1%, dan konsumsi yodium cukup prevalensi status gizi pendek 4,8%.. Diharapkan puskesmas pasar ikan yang berada didekat pesisir pantai malabero kota bengkulu dapat melakukan penyuluhan dan survey konsumsi secara mendalam seperti halnya saat posyandu jangan hanya di ukur/ditimbang berat badannya saja tapi pihak puskesmas seharusnya juga memperhatikan pertumbuhan liniernya seperti mengumpulkan data tinngi badan pda balita agar dapat melihat bagaimana perkembangan dan pertumbuhan linier balita yang berada di wilayah tersebut.