DETAIL DOCUMENT
Analisa Kadar Protein pada Formula 135 yang dimodifikasi dengan Tepung Kacang Hijau
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
SYAFITRI, SUNDARI
Okfrianti, Yenni
Yulianti, Risda
Krisnasary, Arie
Napitupulu, Napitupulu
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-10-25 01:36:09 
Abstract :
Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius, dengan terdiri dari 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang. Pembangunan milenium (Millenium Development Goals) yang harus tercapai pada tahun 2015. Tujuan utama pembangunan Nasional adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas SDM fimulai dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak. Anak balita merupakan sasaran pembangunan milenium keempat di Indonesia, mengingat pada tahapan usia tersebut sangat rentan terhadap masalah kesehatan khususnya masalah gizi. Kurang energi protein (KEP) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita. Salah satau diet yang diberikan pada fase peningkatan berat badan anak (Rehabilitasi) yaitu formula 135. Formula 135 memiliki energi 135 kkal, formula ini memiliki keunggulan tinggi energi, sehingga dibutuhkan bahan pangan lain yang mampu meningkatkan zat gizi lainnya terutama protein. Selain meningkatkan zat gizi bahan pangan lain seperti kacang hijau dapat menjadi alternatif bagi anak yang alergi terhadap susu sapi, harga yang terjangkau dan bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kadar protein pada formula 135 yang dimodifikasi dengan tepung kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 perlakuan yaitu variasi formula P1 (100% susu skim), P2 (75% susu skim : 25% tepung kacang hijau), P3 (50% usu skim : 50% tepung kacang hijau), P4 (100% tepung kacang hijau). Hasil menunjukkan perlakuan terbaik dari segi kimia diperoleh pada P1 (100% susu skim) dengan kadar protein 25,98%. Semakin meningkat penambahan tepung kacang hijau semakin menurun kadar protein dan modifikasi ini dapat menjadi alternatif untuk anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi. 

File :
KTI.pdf
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu