Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
MELISA, MELISA
Wahyu, Tetes
Haya, Miratul
Darwis, Darwis
Simbolon, Demsa
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-25 03:19:36
Abstract :
Autis atau Autisme adalah salah satu dari 5 tipe gangguan perkembangan pervasif atau Pervasive Developmental Disorders (PDD), yang ditandai tampilnya abnormalitas pada domain interaksi sosial dan komunikasi. Konsumsi makanan yang mengandung terigu (gluten) dan susu (kasein) berdampak tidak baik bagi perilaku anak autis seperti hiperaktif, agresif, emosi, dan sulit berkonsentrasi. Diet GFCF berusaha menghilangkan semua produk susu dan apa pun yang mengandung berbagai jenis tepung gandum seperti, wheat, barley, oats dan lain-lain. Prinsip diet ini menghilangkan zat-zat ini dari menu makanan agar mencegah respons alergi di saluran cerna dan otak. Status gizi dipengaruhi oleh asupan energi dan zat gizi, aktivitas fisik, jenis kelamin dan faktor genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi gluten, kasein dan status gizi anak autis di PK-PLK Mutiara Bunda kota Bengkulu tahun 2016.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang hasilnya akan memerikan gambaran tentang konsumsi gluten, kasein dan status gizi pada anak autis di Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus Mutiara Bunda Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah anak autis yang bersekolah di PK-PLK Mutiara Bunda sebanyak 21 anak autis.
Hasil penelitian diperoleh anak autis berumur 6-18 tahun hampir seluruhnya sering sekali mengkonsumsi gluten yaitu 90,47%. Anak autis berumur 6-18 tahun sebagian besar sering sekali mengkonsumsi kasein yaitu 52,38%. Anak autis berumur 6-18 tahun hampir setengah responden obesitas yaitu 38,10% dan berstatus gizi normal 33,33%.
Kepada pihak PK-PLK Mutiara Bunda untuk memperhatikan jumlah konsumsi anak saat di sekolah dan menginformasikan kepada orang tua tentang pola makan sehat pada anak yaitu pola makan dengan beranekaragam dan seimbangan, serta makanan yang tidak boleh di konsumsi anak autis yaitu makanan yang mengandung gluten dan kasein. Dan meningkatkan aktifitas fisik seperti olahraga baik untuk anak yang terapi dan anak sekolah.