Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
MEILINA SARI, REGGIA
Wahyu, Tetes
Yuliantini, Emy
Haya, Miratul
Wuryani, Wiwik
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-25 03:47:08
Abstract :
Perkembangan motorik merupakan perkembangan yang mengontrol gerakan-gerakan tubuh dengan melibatkan koordinasi antara susunan syaraf, syaraf pusat dan otot. Kegiatan yang berhubungan dengan fungsi motorik ini melibatkan suatu mekanisme yang membutuhkan energi dan fisik yang adekuat, sehingga status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi fungsi motorik. BB/TB merupakan indeks yang paling banyak digunakan untuk menentukan status gizi yang diukur secara antropometri terkait dengan fungsi motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan fungsi motorik kasar anak.
Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek 35 anak yang diambil secara total Sampling. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri dan dikategorikan berdasarkan WHO Anthro 2005. Data fungsi motorik diperoleh dengan menilai fungsi motorik kasar anak menggunakan KPSP kemudian dikategorikan berdasarkan penilaian KPSP. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square.
Pada penelitian ini dari 35 responden, 83,3 % (30 anak) memiliki status gizi normal dan 14,3 % (5 anak ) mengalami status gizi tidak normal, anak memiliki perkembangan normal yaitu 34,3 % (12 anak), akan tetapi terdapat 65,7 % (23 anak) dengan hasil positif terdapat perkembangan tidak normal, anak dengan status gizi tidak normal yang memiliki perkembangan motorik kasar anak tidak normal sejumlah 13,0 % (3 anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak dengan hasil ? = 1,000 (?> 0,05).