Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Putri, Rozalia Jumni
Heryati, Kosma
Hartini, Lela
Eliana, Eliana
Sumiati, Sri
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-06-08 03:11:27
Abstract :
Persalinan prematur merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia yaitu 60-80%. Indonesia memiliki angka kejadian prematur sekitar 19% dan merupakan penyebab utama kematian perinatal. Kejadian persalinan prematur di RSUD dr.M.Yunus Bengkulu pada tahun 2018 masih tinggi (13,89%). Tingginya kejadian persalinan prematur di RSUD dr.M.Yunus Bengkulu pada tahun 2018 dapat dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya adalah faktor usia, paritas,riwayat abortus, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi dan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian persalinan prematur di RSUD dr.M.Yunus Bengkulu.
Penelitian ini merupakan survey analitik dengan menggunakan rancangan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah ibu bersalin yang mengalami persalinan prematur yaitu sebanyak 157 dengan jumlah sampel untuk kasus 70 orang dan populasi kontrol adalah ibu bersalin yang tidak mengalami persalinan prematur yaitu sebanyak 973 orang, dengan jumlah sampel untuk kontrol sebanyak 70 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah format data. Analisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi square dengan ? = (0,05), selanjutnya dilakukan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian dari kejadian persalinan dengan usia <20 & >35 tahun (39,3%), hampir sebagian dari kejadian persalinan dengan paritas primipara & grandemultipara (32,9%), sebagian kecil dari kejadian persalinan dengan riwayat abortus (23,6%), hampir sebagian dari persalinan dengan Ketuban Pecah Dini (44,3%), sebagian kecil dari kejadian persalinan dengan yang mengalami Preeklamsi/Eklamsi (25,7%) dan hampir sebagian dari persalinan dengan Pendidikan Rendah (36,4%).
Kesimpulannya ada pengaruh antara usia ibu (OR:2,204), paritas (OR:2,205), riwayat abortus (OR:2,458), KPD (OR:2,571), preeklamsi/eklamsi (OR:2,522) dan tidak ada pengaruh pendidikan dengan persalinan prematur (OR:1,750) di RSUD dr.M.Yunus Bengkulu pada tahun 2018. Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kejadian persalinan prematur adalah KPD.