Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
ZUZITO, AHMAD AKBAR
Widada, Agus
Gazali, Moh
Saputra, Arie Ikhwan
Mualim, Mualim
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-26 03:50:08
Abstract :
Kurkumin adalah metabolit sekunder berwarna kuning yang secara kimia termasuk golongan fenolik, paling banyak terkandung pada tanaman kunyit dan temulawak. Zat tersebut dapat mendeteksi kandungan boraks pada makanan karena kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat dan mengikatnya menjadi kompleks warna rosa atau senyawa boron cyano kurkumin kompleks. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya tingkat sensitivitas stik ekstrak kurkumin terhadap kandungan boraks.
Jenis penelitian bersifat eksperimen, sampel yang digunakan adalah boraks, pada stik ekstrak kurkumin kunyit dan stik ekstrak kurkumin temulawak dilakukan sebanyak 5 kali pengukuran, hasil dari pengukuran bisa dilihat dari perubahan warna. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriftip, bertujuan untuk menjelaskan variabel penelitian dalam bentuk gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kunyit lebih sensitif dibandingkan dengan ekstrak temulawak. Hal ini berdasarkan nilai LOD terendah yang bisa dideteksi oleh kunyit yakni 150 mg/l kandungan boraks sedangkan pada ekstrak temulawak hanya bisa mendeteksi sebesar 250 mg/l kandungan boraks. Stik ini bisa digunakan sebagai salah satu alat sederhana pendeteksi kandungan boraks.