Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Nurhasanah, Siti
Eliana, Eliana
Lubis, Yuliana
Yorita, Epti
Kurniawati, PS
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-06-07 07:28:52
Abstract :
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab terbesar AKB di Indonesia adalah bayi asfiksia (27%), Di Provinsi Bengkulu pada tahun 2017 terjadi peningkatan kejadian asfiksia sebanyak 98 (17,4%) kasus dari 561 bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD Dr. M Yunus Bengkulu Tahun 2018.
Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian berjumlah 110 orang yang dibagi kedalam kedua kelompok 55 kasus dan 55 kontrol. Uji statistik menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian didapatkan ada Kala II Lama dengan asfiksia neonatorum (p-value= 0,001; OR=3,997), tidak ada hubungan Preeklamsi dengan asfiksia neonatorum (p-value= 0,482; OR=0,718), ada hubungan usia gestasi dengan asfiksia neonatorum dengan asfiksia (p-value= 0,035; OR=2,260), tidak ada hubungan letak sungsang dengan asfiksia neonatorum (p-value= 0,323; OR= 0,610) dan tidak ada hubungan bayi gameli dengan asfiksia neonatorum (p-value= 0,142; OR=0,308), ada hubungan jenis persalinan dengan asfiksia neonatorum (p-value= 0,022; OR= 2,447). Faktor yang paling berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum adalah kala II lama dengan Exp B= 5,083.
Diharapkan pihak rumah sakit dapat menurunkan prevalensi angka kematian pada bayi dan kejadian asfiksia noeonatorum serta dapat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam penanganan bayi asfiksia.