DETAIL DOCUMENT
Hubungan Anemia dengan Kejadian Atonia Uteri pada Ibu Bersalin di RSUD DR. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Setriana, Tia
Eliana, Eliana
Wahyuni, Elly
Nugrahenni, Eka
Burhan, Rialike
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2021-06-07 07:32:33 
Abstract :
Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi. penyebab utamanya yakni perdarahan dan penyebab tidak langsung salah satunya anemia. Atonia uteri adalah penyebab perdarahan postpartum. Faktor risiko atonia uteri yaitu anemia, usia ibu, paritas dan jarak kelahiran. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan antara anemia dengan kejadian atonia uteri di RSUD Dr. M Yunus Bengkulu Tahun 2017. Penelitian menggunakan desain case control dengan populasi semua ibu bersalin pervaginam di RSUD dr. M. Yunus tahun 2017 yaitu berjumlah 111 responden ditentukan secara total sampling dengan teknik systematic random sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis univariat rata-rata kadar Hb ?11 gr/dl (54,1%), kejadian atonia uteri (33,3%), usia ibu 20-34 tahun (28,8%), jumlah paritas ibu 2-4 (31,5%) dan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara anemia dengan kejadian atonia uteri (p=0,026; OR=2,781; CI 95%:1.200-6.443). Namun, tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian atonia uteri (p=0,711; OR=1,296; CI 95%:0,549-3,058), Paritas dengan kejadian atonia uteri (p=0,170; OR=0,480; CI 95%:0,192-1,199), jarak kelahiran dengan kejadian atonia uteri (p=0.946; OR=0.897; CI=0.407-1.979). Petugas pelayanan kesehatan agar meningkatkan pelayanan kebidanan dengan melakukan deteksi dini terhadap ibu hamil yang mengalami anemia dan meningkatkan pelayanan penatalaksanaan untuk penanganan atonia uteri. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu