Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Nisa, Khairun
Andriani, Lusi
Dewi, Ratna
Heryati, Kosma
Nugrahenni, Eka
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-06-08 03:13:43
Abstract :
Berat lahir rendah menjadi masalah yang terus berlanjut di kesehatan masyarakat. Berat lahir rendah disebabkan oleh ibu hamil dengan status gizi buruk. Bayi dengan BBLR risiko kematiannya lebih besar dibandingkan dengan bayi yang dilahrikan dengan BBLN. Survey awal yang dilakukan di beberapa BPM yang berada di wilayah Kota Bengkulu jumlah BBLR berjumlah 30 orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang berhubungan dengan BBLR di BPM wilayah Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini merupakan survey analatik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel yang diambil dengan perbandingan 1:2 dengan menggunakan teknik total sampling dan purposive sampling.
Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan BBLR adalah anemia (¬p-value=0.040), OR (2.822), KEK (p-value=0.000), OR (10.286), dan yang tidak berhubungan adalah umur (p-value=0.121), dan paritas (p-value= 0.708). Faktor yang paling berpengaruh adalah ukuran KEK (p-value=0.000), OR (9,555).
Tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap anemia dan ukuran KEK pada calon ibu hamil yang akan mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR).