DETAIL DOCUMENT
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Ruangan Perinatologi di RSUD Dr.M Yunus Bengkulu Tahun 2018.
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Hamidi, Meri Septiani
Lubis, Yuliana
Rachmawati, Rachmawati
Yorita, Epti
Nugraheni, Diah Eka
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2021-06-08 03:18:05 
Abstract :
Angka kematian neonatal ini merupakan masalah terbesar World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa secara global pada tahun 2016 sekitar 2,6 juta kematian atau sekitar 46% dari seluruh bayi yang baru lahir. Ada sekitar 7000 kematian bayi baru lahir disetiap harinya. Penyebab utama kematian bayi yaitu premature dan bayi berat lahir rendah (32%),infeksi (22%), asfiksia (22%) dan kelainan congenital (10%) dan penyebab lain (6%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruangan perinatologi di RSUD Dr.M Yunus Bengkulu tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan case control dengan pendekatan retrospective. Populasi dalam penelitian sebanyak 462 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling yaitu semua bayi asfiksia sebanyak 50 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan asfiksia adalah BBLR dengan nilai p-value 0,013 dan OR 3,167. Serta variabel yang tidak berhubungan dengan asfiksia adalah usia (p-value1,000), paritas (p-value0,510), pendidikan (p-value1,000) dan KPD (p-value0,665). Diharapkan hasil penelitian ini memberikan informasi dan masukan bagi pihak rumah sakit terutama bagi tenaga pelayanan kesehatan yang memberikan asuhan secara langsung pada ibu dan bayi serta pasien kebidanan. Tenaga pelayanan kebidanan diharapkan lebih teliti dan seksama dalam menangani ibu dimulai sejak kehamilan dengan melakukan ANC secara teratur sehingga faktor resiko yang dapat mempengaruhi kejadian kegawatdarutan janin dapat diketahui, serta penanganan tepat pada saat dan sebelum proses persalinan sehingga tidak menimbulkan hal yang dapat membahayakan ibu dan bayinya. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu