Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
NOPITASARI, LIZA
Andeka, Wisuda
Ervina, Lisa
Lagora, Reka
Ismiati, Ismiati
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 08:22:09
Abstract :
Balita merupakan masa yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa itu sangat rentan dengan terjadinya masalah gizi kurang dan gizi buruk. Salah satu penyebab masalah gizi terjadi karena pola pemberian makan yang tidak tepat sehingga berpengaruh pada proses nutrisi yang seharusnya didapatkan anak. Salah satu upaya untuk mengurangi prevalensi gizi kurang dan gizi lebih adalah dengan edukasi menggunakan emotional demonstration. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode edukasi emotional demonstration terhadap perilaku ibu dalam pemberian makan pada bayi dan anak di wilayah Puskesmas Penurunan kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment, dengan rancangan penelitian one group pretest posttest with control group. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil rerata skor pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan pada bayi dan anak pada kelompok intervensi adalah pretest (6.23), posttest (9.05) sedangkan pada kelompok kontrol pretest (6.68), posttest (8.14). Hasil rerata sikap ibu balita tentang pemberian makan pada bayi dan anak pada kelompok intervensi adalah pretest (29.45), posttest (36.64), sedangkan pada kelompok kontrol pretest (29.45), posttest (33.05). Hasil rerata perilaku ibu balita tentang pemberian makan pada bayi dan anak pada kelompok intervensi adalah pretest (8.41), posttest (9.55) sedangkan pada kelompok kontrol pretest (7.55), posttest (8.59). Ada perbedaan peningkatan skor pengetahuan, sikap dan perilaku ibu yang diberikan edukasi tentang pemberian makan pada bayi dan anak menggunakan metode edukasi emotional demonstration dan yang diberikan ice breaking dengan (p<0.05). Emotional demonstration efektif dalam meningkatkan perilaku ibu dibandingkan dengan ice breaking kartu yes or no.
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menjadikan metode edukasi emotional demonstration dan ice breaking kartu yes or no ini dalam menyampaikan edukasi tentang pemberian makan pada bayi dan anak.