DETAIL DOCUMENT
Hubungan Akses Informasi tentang Keluarga Berencana (Kb) dengan Kehamilan Tidak Diinginkan (Ktd) di Indonesia (Analisis Data Skap 2019)
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
MAULANA, TRIANI
Simbolon, Demsa
Ismiati, Ismiati
Patroni, Rini
Lagora, Reka
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-12-10 08:21:37 
Abstract :
Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) banyak terjadi di Indonesia, berdasarkan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019 modul wanita, terdapat 17,5% KTD di Indonesia. KTD adalah suatu kondisi dimana pasangan lawan jenis tidak menginginkan kehamilan atau kelahiran di antara keduanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan akses informasi tentang keluarga berencana dengan KTD di Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan analisis data SKAP 2019 dengan desain Cross sectional pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di 34 provinsi di Indonesia. Variabel independent yaitu akses informasi tentang keluarga berencana. Variabel dependen yaitu KTD. Variabel confounding merupakan faktor-faktor KTD yang terdiri dari faktor predisposing, faktor enabling dan faktor reinforcing. Sampel penelitian ini adalah wanita usia subur (15 tahun-49 tahun) yang sedang hamil. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan akses informasi keluarga berencana di Indonesia yaitu 86,3%. Terdapat hubungan yang signifikan antara akses informasi keluarga berencana dengan kehamilan tidak diinginkan (p value = 0,001) setelah dikontrol dengan variabel usia ibu yang memiliki umur 20 tahun-35 tahun beresiko 1,189 kali (OR=1,189;CI:0,545-2,593), paritas wanita hamil yang memiliki >2 anak beresiko 2,789 kali (OR=2,789;CI:10,958-30,972), status perkawinan wanita hamil yang memiliki status tidak kawin beresiko 14,796 kali (OR=14,796; CI: 2,554-85,724), daerah tempat tinggal wanita hamil yang tinggal di perkotaan beresiko 1,624 kali (OR=1,624; CI:1,208-2,184) dan kebutuhan KB wanita hamil terpenuhi beresiko 3,116 kali (OR=3,116;CI:2,138-4,543) terjadinya KTD di Indonesia. Perlu meningkatkan promosi kesehatan melalui komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan mengenai pentingnya akses informasi tentang KB dan faktor-faktor KTD. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu