DETAIL DOCUMENT
Gambaran Glukosa Darah pada Remaja yang Mengkonsumsi Minuman Berkemasan Cup di Daerah Pasar Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2022
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
SEPTIARANI, MAYANG KARORI
Sahidan, Sahidan
Halimatussa'diah, Halimatussa'diah
Laksono, Heru
Baruara, Guntur
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-12-09 08:40:28 
Abstract :
Latar Belakang: Glukosa merupakan karbohidrat terpenting yang kebanyakan diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa dan gula lain diubah menjadi glukosa di hati.Glukosa adalah bahan bakar utama dalam jaringan tubuh serta berfungsi untuk menghasilkan energi.Kadar glukosa darah sangat erat kaitannya dengan penyakit diabetes mellitus,peningkatan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dl yang disertai dengan gejala poliuria, polidipsia,polifagia,dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya sudah cukup untuk menegakkan diagnose diabetes mellitus.Kahlhofer et al (2016) menunjukkan adannya hubungan konsumsi minuman manis dengan kadar glukosa dalam darah, yang menunjukkan bahwa minuman yang mengandung gula tinggi (80 g) menyebabkan konsentrasi gula darah naik. Tujuan: Diketahuinya Gambaran Glukosa Darah pada Remaja yang Mengkonsumsi Minuman Berkemasan Cup di Daerah Pasar Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif,yaitu metode penelitian untuk mendeskripsikan gambaran terhadap objek yang diteliti.Sampel pada penelitian ini sebanyak 37 orang dengan menggunakan metode purposive sampling.Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metode POCT (point of care testing). Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa nilai glukosa darah pada remaja yang mengkonsumsi minuman berkemasan cup di daerah Pasar Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara bahwa hampir seluruh memiliki nilai gula darah yang normal (91.89%) dan hampir sebagian kecil memiliki nilai gula darah yang tinggi (8.11%),dan tidak satupun memiliki nilai gula darah yang rendah (0%). Saran: Responden yang memiliki kadar glukosa darah yang tinggi disarankan untuk mengurangi mengkonsumsi minuman ringan dalam jumlah banyak untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus usia muda. Kesimpulan: Hampir seluruh responden memiliki nilai gula darah yang normal. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu