Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Wahyuni, Ayu Tri
Rachmawati, Rachmawati
Yuliana, Nispi
Jubaidi, Jubaidi
Widiyanti, Desi
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2021-06-08 06:24:12
Abstract :
Perilaku seksual adalah perilaku yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum, agama dan kepercayaan masing-masing. Di Provinsi Bengkulu, berdasarkan data yang diperoleh dari kemenkes Republik Indonesia (2012) menjelaskan bahwa sekitar 33,3% remaja perempuan dan 34,5% remaja laki-laki berusia 15-19 tahun mulai pacaran saat belum berusia 15 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media sosial terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu.
Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-postest group design.Sampel penelitian adalah siswa kelas X dan XI sebanyak 68 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 34 siswa kelompok media sosial dan 34 siswa dengan media leaflet. Teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling.Instrument penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan setelah diberikan pendidikan. Analisis data penelitian menggunakan uji T-test dependen dan T-Test Independen.
Hasil penelitian menunjukkan responden yang berusia 18 tahun dan kelas XI mendominasi dalam penelitian ini, peningkatan pengetahuan melalui media sosial sebesar 11.44 sementara media leaflet sebesar 10.14, sehingga secara uji statistic diperoleh nilai p value=0.002 ? 0.05setelah dilakukan intervensi selama 2 minggu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media sosial terhadap pengetahuan remaja tentang sekspranikah di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu.
Semoga kedepannya pihak sekolah dapat memberikan pendidikan tentang seks, agar para siswa tahu dan dapat menghindari seks pranikah serta tidak ada lagi siswa yang keluar karena seks pranikah.