DETAIL DOCUMENT
Gambaran Kadar Kolesterol Total pada Wanita Lansia yang Mendapatkan Terapi Bekam di Pengobatan Alternatif Miftahussyifa Kota Bengkulu Tahun 2022
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
ARSITA, CYNTHIA
Febriyanto, Tedy
Welkriana, Putri Widelia
Halimatussa'diah, Halimatussa'diah
Laksono, Heru
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-12-09 08:35:28 
Abstract :
Latar Belakang : Wanita lansia akan rentan terhadap kadar kolesterol tinggi karena pada wanita lansia akan mengalami penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen ini penting artinya dalam mengendalikan kadar kolesterol. Hormon ini juga dapat menjalankan fungsi sebagai antioksidan. Kolesterol LDL atau lemak jahat lebih mudah menembus plak di dalam dinding nadi pembuluh darah apabila dalam kondisi teroksidasi. Peranan estrogen sebagai antioksidan adalah mencegah proses oksidasi LDL sehingga kemampuan LDL untuk menembus plak berkurang. Pada wanita lansia faktor yang menyeimbangkan LDL dan HDL menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya kadar kolesterol total pada wanita lansia yang mendapatkan terapi bekam di Pengobatan Alternatif miftahussyifa Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu metode penelitian untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti dengan sample sebanyak 31 orang menggunakan metode ?accidental sampling?. Sample diukur dengan alat EasyTouch GCU. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian (32%) memiliki kadar kolesterol yang normal dan sebagian besar (68%) memiliki kadar kolesterol tinggi. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian kadar kolesterol total pada wanita lansia yang mendapatkan terapi bekam di Pengobatan Alternatif Miftahussyifa. Diketahui hampir sebagian (32%) memiliki kadar kolesterol yang normal dan sebagian besar (68%) memiliki kadar kolesterol tinggi. Disarankan agar masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi untuk mengembangkan penelitian ini dengan intervensi bekam lebih dari satu kali dan metode penelitian yang berbeda. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu