DETAIL DOCUMENT
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruangan C1 Mawar RSUD DR. M. Yunus Kota Bengkulu Tahun 2018
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Wulandari, Wika
Yorita, Epti
Lubis, Yuliana
Dewi, Ratna
Heryati, Kosma
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2021-06-07 07:20:41 
Abstract :
Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling sering ditemui. Insiden ketuban pecah dini adalah (2,7%) sampai (17%). Masalah dalam penelitian ini masih tinggi nya angka kejadian ketuban pecah dini di RSUD Dr. M.Yunus kota Bengkulu yaitu (38,2%) dari 605 persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini di RSUD Dr. M. Yunus kota Bengkulu Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan dengan desain case control dengan metode retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 605 orang. Sampel dari penelitian adalah 140 orang yang dibagi kedalam dua kelompok 40 kasus dan 80 kontrol yang diambil dengan teknik simple random. Pengumpulan data dengan format pengumpulan data yang diambil dari catatan rekam medis pasien di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu tahun 2017. Analisa penelitian dilakukan dengan analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian dengan uji chi-square menunjukkan bahwa faktor usia (p=0,000), malpresentasi (p=0,000), paritas (p=0,028), memiliki hubungan dengan ketuban pecah dini. Sedangankan faktor gamelli (p=0,374) dan CPD (0,678) tidak memiliki hubungan dengan ketuban pecah dini. Hasil analisa uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor malpresentasi merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini (p=0,000 dan expB=6,413). Untuk pasien Perlu adanya konseling dan pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin minimal 4 kali selama kehamilan untuk mencegah terjadinya ketuban pecah dini 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu