Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
BADRIYANSAH, BADRIYANSAH
Almaini, Almaini
Novianda, Citra
Buana, Chandra
Subject
RT Nursing
Datestamp
2024-07-10 02:28:36
Abstract :
Stroke hemoragik terjadi paling sering dari pecahnya aneurisma atau
pembuluh darah yang abnormal terbentuk (Kasuba, Ramli, & Nasrun, 2019).
Stroke hemoragik menjadi penyebab kematian dari 5,7 juta jiwa diseluruh dunia
dan diperkirakan meningkat menjadi 6,5 juta penderita, dan di Indonesia sendiri
angka kejadian tiap tahunnya terserang stroke dengan insiden 12,1 % (Kasuba et
al., 2019). Adapun keluhan utama yang sering dijumpai yaitunya klien mengalami
kelemahan anggota gerak sebelah badan, biasanya klien mengalami bicara pelo,
dan juga biasanya klien kesulitan dalam berkomunikasi serta penurunan tingkat
kesadaran.
Tujuan penulisan KTI ini untuk mengetahui keefektifan tindakan Range
Of Motion (ROM) terhadap kekakuan sendi pada klien yang mengalami Stroke
Hemoragik (SH). Hasil penelitian yang didapatkan dari pengkajian klien
mengalami penurunan kesadaran dengan GCS 4 (Semicoma), Berdasarkan data
tersebut diangkat diagnosa Gangguan Mobilitas Fisik. Rencana Keperawatan yaitu
pemberian tindakan Range Of Motion (ROM), dan implementasi pada klien
dilaksanakan berdasarkan dari intervensi selama 3 hari.
Evaluasi akhir teratasi sebagian dimana klien tidak mengalami kekakuan
sendi dan keluarga sudah bisa menerapkan tindakan ROM sendiri serta sudah
memahami langkah-langkah tindakan ROM.
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Stroke Hemoragic (SH), Gangguan Mobilitas
Fisik, Range Of Motion (ROM)