Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
Ratnasari, Melati Ayu
Febrina, Lydia
Puspita, Yenni
Susanti, Eva
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 01:01:41
Abstract :
ABSTRAK : Luka perineum merupakan faktor predisposisi terjadinya infeksi masa nifas.
Bentuk infeksi ini bervariasi dan bersifat lokal sampai terjadi sepsis dan kematian masa nifas.
Salah satu faktor resiko terjadinya infeksi perineum adalah penyembuhan luka perineum yang
lama. Penelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh pemberian telur ayam broiler terhadap
penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Penelitian menggunakan metode quasi
experimental design dengan pendekatan control group. Dilakukan pada ibu nifas di
Kecamatan Ingin Jaya mulai Juli ? Nopember 2018. Sampel terdiri 15 ibu kelompok
intervensi (mendapat pemberian telur broiler) dan 15 ibu kelompok kontrol. Pengumpulan
data secara wawancara, recall 24 jam. Analisis menggunakan uji Man Whitney. Hasil
penelitian menunjukkan ibu yang diberikan telur broiler lebih cepat proses penyembuhan
pada luka perineum (p< 0,05) dengan rata-rata penyembuhan yaitu 5-6 hari. Ibu yang tidak
diberikan telur mempunyai ratarata penyembuhan luka yaitu 10-12 hari pada ibu nifas.
Kesimpulan, pemberian telur ayam broiler berpengaruh signifikan terhadap penyembuhan
luka perineum pada ibu-ibu nifas di Kecamatan Ingin Jaya. Disarankan, supaya ibu nifas
dengan luka perineum untuk dapat mengkonsumsi telur rebus 2 butir per hari dalam upaya
percepatan penyembuhan luka serta menghindari infeksi masa nifas.
METODE : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan jenis Quasi
Experimental. Sedangkan rancangan menggunakan pendekatan pretest posttest. Penelitian
yang terdiri dari dua kelompok yang masing-masing subjek bersifat tidak acak. Penelitian
dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas melalui intervensi
pemberian telur ayam broiler di Kecamatan Ingin Jaya pada Bidan Praktek Mandiri (BPM)
Mariana. Sampel merupakan ibu nifas pada daerah terpilih. Jumlah sampel sebanyak 30 ibu
nifas, yang dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok intervensi yaitu ibu-ibu nifas dengan
ruptur perineum yang diberikan telur rebus ayam broiler
HASIL DAN PEMBAHASAN : Hasil penelitian tentang efektivitas konsumsi telur ayam
broiler rebus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja
Kecamatan Ingin Jaya pada Bidan Praktek Mandiri (BPM) Mariana, telah jahitan perineum
membutuhkan waktu kurang dari atau dalam waktu 5 hari hanya 44,4%, dan tidak ditemukan
ibu nifas yang membutuhkan waktu lebih dari 8 hari untuk kesembuhan luka jahitan
perineum yang mengkonsumsi putih telur11 Protein atau zat putih telur merupakan bahan
utama dalam pembentukan sel jaringan yang rusak dan disebut sebagai unsur atau zat
pembangun, mengandung protein bermutu tinggi karena terdapat susunan asam amino
esensial lengkap sehingga telur dijadikan patokan dalam menentukan mutu protein berbagai
bahan pangan. 14 Pemberian putih telur yaitu dengan cara diberikan melalui proses
perebusan. Putih telur yang digunakan peneliti ada telur ayam kampung karena kandungan
protein pada telur ayam kampung ini lebih tinggi. 15 Putih telur ini aman dikonsumsi oleh ibu
nifas yang memiliki luka jahitan perineum karena efek dari protein ini sangat membantu
dalam pembentukan kembali sel jaringan yang rusak. Dalam telur rebus mengandung zat
kolin yang mempunyai efek memperbaiki sel tubuh yang rusak sehingga jaringan baru dan
sehat akan lebih mudah terbentuk menggantikan jaringan yang sudah aus. Karena itu protein
disebut sebagai unsur atau zat pembangun. 7 Percepatan penyembuhan luka perineum dan
peningkatan terhadap kadar hemoglobin menggunakan intervensi putih telur masih banyak
belum dipahami oleh masyarakat secara luas. Hampir di seluruh wilayah Indonesia baik rural
maupun urban, dapat ditemukan ibu nifas yang berpantang makanan. Tradisi berpantang
makanan ini secara tidak langsung akan mempengaruhi proses penyembuhan luka perineum
pada ibu nifas karena kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan selama masa penyembuhan luka
perineum tidak tercukupi. Perawat atau bidan sebagi tenaga kesehatan pendidik, dituntut
untuk mampu memberikan health education yang tepat kepada masyarakat, terutama untuk
bisa menghindari tradisi berpantang makanan selama masa nifas. Selain untuk mencukupi
kebutuhan nutrisi selama masa nifas, juga dapat bermanfaat terhadap saat atau waktu
penyembuhan luka perineum.
Kata kunci: Ibu nifas, luka perineum, telur ayam broiler