Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
YULIYA, YULIYA
Bakara, Derison Marsinova
Misniarti, Misniarti
Jaya, Meigo Anugra
Subject
RT Nursing
Datestamp
2024-12-10 00:43:45
Abstract :
Latar belakang : Resiko perilaku kekerasan sering menunjukkan perubahan
perilaku seperti mengancam, gaduh, tidak bisa diam, mondar manir, gelisah,
intonasi suara keras, bicara dengan semangat, agresif, nada suara tinggi, bergembira
secara berlebihan serta ekspresi tegang dan otot kaku . sehinga dapat kita lakukan
terapi relaksasi otot progresif yang diarahkan untuk mengencangkan dan
melemaskan otot-otot tubuh pasien, hal ini merupakan upaya mengurangi
ketegangan kejiwaan pada pasien sehingga pasien menjadi lebih tenang dan
kemungkinan terjadinya perilaku kekerasan oleh pasien menurun.Tujuan : Mampu
melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif pada Klien
dengan implementasi terapi relaksasi otot progresif pada pasien resiko perilaku
kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Bengkulu 2024. Metode : Desain
penelitian ini adalah studi kasus deskriptif. Studi kasus yang akan dilaksanakan
menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada kasus resiko perilaku
kekerasan dengan implementasi terapi relaksasi otot progresif dalam mengatasi
perilaku kekerasan di RSKJ Soeprapto Bengkulu dan jumlah kasus yang di ambil
adala 1 orang pasien. Hasil :hasil yang di dapatkan dari terapi relaksasi otot
progresif yaitu klien sudah bisa melakukan terapi secara mandiri dan bisa
mengontrol emosinya dan klien menyadari resiko perilaku kekerasan dapat melukai
diri sendiri maupun orang lain.Kesimpulan : klien dapat mengontrol resiko prilaku
kekerasan dengan terapi yang di ajarkan oleh peneliti
Kata Kunci: skizofrenia, resiko perilaku kekerasan, terapi relaksasi otot progresif