Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO), ditemukan 1.769.425 orang (90%) menderita dismenore (WHO, 2019). Di Indonesia prevalensi dismenore primer meliputi 54,89% (Pangestu, 2020). Di Bengkulu prevalensi dismenore sebesar 82% (Kemendikbud Kota Bengkulu, 2022).Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas 7 di SMPN 02 Kota Bengkulu yang berjumlah 186 siswi dan pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk semua siswi kelas 7 yang mengalami dismenore dan sisanya menggunakan random sampling dengan klaster. Metode penelitian ini menggunakan uji Chi-square dan Regresi Logistik.
Hasil uji Chi-square nilai p-value pengetahuan dengan kejadian dismenore primer 0,000<0,05 artinya ada hubungan pengetahuan dengan kejadian dismenore primer, konsumsi fast food dengan kejadian dismenore primer 0,000<0,05 artinya ada hubungan konsumsi fast food dengan kejadian dismenore primer, dan kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenore primer 0,000<0,05 artinya ada hubungan kejadian dismenore primer. Hasil uji multivariat bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian dismenore adalah konsumsi fast food dengan nilai p= 0.000; OR: 9.518 (2.972-30.486) artinya konsumsi fast food berpengaruh 9 kali terhadap kejadian dismenore primer.