Abstract :
Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan aliran darah yang ditandai dengan hilangnya fungsi system saraf fokal dan global yang dimanifestasikan dengan paralisis satu sisi tubuh serta gejala neurologis. Pasien sroke juga sering mengalami kesulitan menelan dan beresiko hingga mengalami kejadian aspirasi. Tindakan keperawatan untuk mencegah terjadinya aspirasi dengan memberikan latihan oral motor excersice dan mengatur posisi makan pasien semi fowler. Teknik oral motor excersice memfasilitasi reflex menghisap dan menelan, memperbaiki tonus otot dan gerakan pada organ sekitar bibir dan pipi sehingga jika reflek menelan pada pasien baik maka kemungkinan kecil terjadinya aspirasi pada pasien stroke.
Metode : Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasy eksperiment dengan rancangan pretest and posttest with control grup, jumlah sampel 34 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Depaul Hospital Swallow Screening (DHSS) dan table kejadian aspirasi. Analisa data yang digunakan adalah uji statistic Wilcoxon Sign Rank Test.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,000 (? 0,05), yang artinya ada pengaruh oral motor excersice terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke diruang stroke RSUD dr. M. Yunus Bengkulu.
Kesimpulan : Adanya pengaruh oral motor excersice terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke diruang stroke RSUD DR. M. Yunus Bengkulu