Abstract :
Latar Belakang: Proses penuaan (aging process) merupakan suatu proses yang alami ditandai dengan adanya penurunan atau perubahan kondisi fisik, psikologi maupun sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Proses menua akan terjadi secara terus menerus secara alami mulai dari lahir sampai menjadi tua. Proses menua bukan suatu penyakit tetapi merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam mengahadapi rangsangan internal dan eksternal tubuh. Senam otak dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan daya ingat, gerakannya dapat menyeimbangkan kedua belahan otak, mempertajam konsentrasi, merelaksasi otot dan mempertajam daya ingat, tidak hanya itu senam otak juga dapat memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak serta memperbaiki kemampuan struktur dan fungsi otak agar tetap berkembang karena stimulasi.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi-experimental yang menggunakan desain one group pre test dan post test, jumlah sampel 39 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Analisa data yang digunakan adalah uji statistic Wilcoxon Sign Rank Test.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,000 (? 0,05), yang artinya ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.
Kesimpulan : Adanya pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.