Abstract :
Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal atau tidak mencukupi kebutuhan tubuh (WHO). Anemia adalah suatu keadaan tubuh dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari jumlah normal atau sedang mengalami penurunan. Anemia juga dapat didefinisikan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok individu berdasarkan usia dan jenis kelamin (Kemenkes RI, 2019). Faktor anemia yaitu pola menstruasi, status gizi, pendidikan orang tua dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja putri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja putri di SMA Negeri 07 Kota Bengkulu. Sampel dihitung dengan rumus Lemeshow sebanyak 51 orang. Pengumpulan data menggunakan alat pengukur Hb digital merek easy touch dan kuesioner, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratifed random sampling. Analisis data dengan univariat (persentase), bivariate (chi square), dan multivariate (regresi logistik).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara faktor pola menstruasi(p value = 0,002), status gizi (p value= 0,016), pendidikan orang tua (p value = 0,336), pengetahuan (p value = 0,016) terhadap anemia. Pola menstruasi merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi anemia.
Kesimpulan dan saran penelitian terdapat pengaruh antara pola menstruasi, status gizi dan pengetahuan dengan kejadian anemia, sedangkan pendidikan orang tua tidak ada pengaruh dilihat dari nilai p value > 0,05. Disarankan kepada remaja putri untuk mengonsumsi asupan yang sesuai kebutuhan dengan gizi yang seimbang serta rutin mengonsumsi suplemen tambah darah.