Abstract :
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat seluruh dunia, secara global prevalensi anemia tertinggi di wilayah Asia Tenggara 46,6%, sedangkan di Indonesia 31,2%. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Bengkulu.
Penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel dihitung dengan rumus Slovin sampel minimal 160 orang. Pengumpulan data menggunakan easy touch GCHb dan kuesioner. Analisis uji menggunakan chi square dan regresi logistik
Hasil penelitian diketahui responden anemia (14%) responden tidak anemia (86%). responden tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah (27,5%) responden patuh (72,5%). Ada hubungan bermakna antara kepatuhan dengan kejadian anemia pada remaja putri (pvalue 0,000 < 0,05). tidak ada hubungan pengetahuan, sikap, persepsi dengan kejadian anemia, dan ada hubungan yang bermakna antara dukungan teman sebaya dengan kejadian anemia serta variabel yang paling berpengaruh adalah Kepatuhan selanjutnya dukungan teman sebaya.
Kesimpulan dan saran penelitian terdapat hubungan antara kepatuhan dengan kejadian anemia, sehingga dukungan dari orang tua, profesional kesehatan, guru, dan teman sebaya, serta peningkatan pengetahuan akan pentingnya remaja putri yang mengonsumsi suplemen zat besi diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan.