Abstract :
Sebuah konsep nasionalisme merupakan salah satu bentuk ungkapan
perasaan cinta seorang individu terhadap Negara dan tanah airnya. Seseorang yang meletakkan kesetiaan tertinggi terhadap sebuah bangsa, memiliki sikap
toleransi yang tinggi dengan berbagai perbedaan yang ada di bangsanya. Konsep sikap seperti ini penting ditanamkan kepada generasi penerus bangsa
agar terciptanya negara yang lebih baik. Dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, Pondok Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki kewajiban dalam menanamakan nilai-nilai nasionalisme pada
santrinya. Tentu peran Mudir di Pondok Pesantren sangatlah berpengaruh besar pada santri, sehingga terwujudnya santri yang nasionalis. Pada penelitian ini mendeskripsikan secara jelas mengenai pola komunikasi Mudir
Pondok Pesantren Aulia Cendekia dalam menanamkan nilai-nilai
nasionalisme kepada santrinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek
penelitian Kiyai/Mudir, guru dan santri pondok pesantren, dan dengan menggunakan teori Marthin Feishbein yakni teori Integrasi Informasi. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, observasi dan
dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan menggunakan metode dari Miles dan Humberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa Mudir
Pondok Pesantren Aulia Cendekia menggunakan pola komunikasi satu arah, pola komunikasi dua arah, pola komunikasi primer, dan pola komunikasi sekunder dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada santri.