Abstract :
Media massa merupakan pilar keempat dalam sistem demokrasi selain lembaga
Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif yang berfungsi sebagai anjing penjaga
?Watch Dog? dalam pemerintahan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan atau penyimpangan jabatan lainnya. Salah satu media massa yang
selalu memposisiskan sebagai fourth estate adalah majalah Tempo. Hal ini, terlihat dari pembahasan suatu isu yang lebih mendalam dan komprehensif. Seperti pada tanggal 16 September 2019 majalah Tempo membuat sampul
majalah berbentuk gambar karikatur Presiden Jokowi yang bersisian dengan siluet bayangan hitam berhidung panjang. Hal ini tentu menimbulkan kotroversi
di kalangan masyarakat. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti gambar sampul tersebut dengan tujuan untuk membaca makna yang ada pada tanda-tanda yang
divisualisasikan serta elemen-elemen yang ada pada gambar tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika, dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti mengkaji makna tanda berdasarkan analisis teori semiotika Charles Sanders Peirce dan gramatikal Gunther Kress & Theo Van Leeuwen. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik
kesimpulan bahwa gambar yang ditampilkan pada majalah Tempo edisi ini memberikan kritikan kepada Presiden Jokowi karena telah pembohong kepada
publik mengenai janjinya yang akan memperkuat KPK dengan meningkatkan anggaran 10 kali lipat, menambah jumlah penyidik, dan regulasi. Namun hal ini
hanyalah sekedar janji, faktanya Jokowi menyetujui revisi UU KPK dan
pemilihan ketua KPK baru yang bermasalah. Tentu ini akan memberika kelemahan dan wewenang KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.