Abstract :
Kekerasan antar pelajar dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik dan
kekerasan psikologis terhadap siswa sehingga berdampak pada sekolah dan
mencoreng nilai-nilai pendidikan itu sendiri, bukan saja peserta didik yang dirugikan
tetapi juga dunia pendidikanpun ikut dirugikan sehingga berdampak pada
hilangannya motivasi belajarpada siswa dan tidak adanya semangat belajar di sekolah
menyebabkan siswa mengalihkan perhatian pada hal-hal lain yang lebih
menarikperhatian mereka.sehingga banyak siswa yang lebih banyak diluar sekolah
saat jam belajar.
Dalam hal ini, Guru Pendidikan Agama Islam bertujuan ingin membantu
proses belajar mengajar di kelas menjadi efektif dan menimbulkan emosi yang
positif bagi siswa agar mendapatkan hasil akhir yang baik. Namun karena kurangnya
pengalaman dan keahlian dalam mengatasai berbagai macam masalah siswa, maka
Guru Pendidikan Agama Islam juga memerlukan bantuan dari guru Bimbingan
Konseling.
Berdasarkan pembahasan dan analisis yang telah dilakukan oleh peneliti pada
Bab IV, maka Bentuk Kerjasama Guru PAI dan Guru BK dalam mencegah kekerasan
antar siswa di SMAN 1 Pampangan telah berjalan baik dan sudah positif serta benar
adanya kegiatan itu telah dilakukan di SMAN 1 Pampangan. Hal ini dibuktikan
dengan adanya program kerjasama yang mempunyai beberapa bentuk yang selalu
dilakukan, seperti:a) memberikan motivasi dan nasihat, b) Memberikan nilai
pelanggaran tata tertib pada siswa yang melanggar aturan sekolah, c) Memberikan
surat peringatan orang tua kepada siswa yang bermasalah, dan d) Mendiskusikan
masalah siswa secara bersama-sama.
Keywords : Kekerasan, Pendidikan Agama Islam, Bimbingan Konseling