Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan peran humas yang digunakan oleh
BKKBN Provinsi Sumatera Selatan dalam mensosialisasikan program
Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga berbasis keluarga.
Program KKBPK lahir untuk mengendalikan jumlah penduduk demi mewujudkan
pertumbuhan penduduk yang seimbang dan sejahtera. Untuk mencapai tujuan
tersebut, BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menggunakan humas yang menjadi
salah satu kunci keberhasilan dalam mensosialisaikan programnya. Melihat
pentingnya program Keluarga Berencana untuk menghadapi bonus demografi
mendatang, maka dari itu skripsi yang penulis buat berjudul ?Peran Humas
BKKBN Provinsi Sumatera Selatan dalam Mensosialisasikan Program
Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga Berbasis
Keluarga?. Terdapat rumusan dari masalah ini yakni yang pertama Bagaimana peran
humas BKKBN Provinsi Sumatera Selatan dalam mensosialisaikan program KKBPK
berbasis keluarga, serta faktor yang menjadi hambatan dan tantangan dalam
mensosialisasikan program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
deskriptif kualitatif. Informan primer dalam penelitian ini ialah bidang humas
BKKBN Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan informan sekundernya ialah
masyarakat Kota Palembang yang bermukim di daerah Sekojo Kec. Kalidoni.
Pengumpulan data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, observasi dan studi
pustaka. Sedangkan untuk menganalisis data mengunakan metode analisis studi
deskriptif yakni, mendeskripsikan data yang didapat melalui realita dan fenomena
yang sebenarnya. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran humas yang
digunakan BKKBN Provinsi Sumatera hambatan dan tantangannya.
Seiring dengan rumusan masalah yang terdapat pada penelitian skripsi ini,
maka hasil penelitian menunjukkan bahwa peran humas dalam mensosialisasikan
program KKBPK berbasis keluarga yang dilakukan humas BKKBN Provinsi
Sumatera Selatan berdasarkan indikator-indikator dari teori yang digunakan secara
keseluruhan telah berjalan dengan baik. Akan tetapi adapun faktor penghambat dan
tantangan dalam mensosialisasikan program tersebut ialah kualitas dan kuantitas
Sumber Daya manusia yang masih kurang dan masalah dana.