Abstract :
Skripsi ini berjudul ?Peranan Pendidikan Keluarga dalam Membina Jiwa
Keberagamaan Pada Remaja di RT. 15 Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh
Kabupaten Banyuasin?. Berdasarkan hasil observasi, bahwa remaja di RT.15 Desa
Lubuk Lancang memiliki pengetahuan agama yang cukup baik, bukan hanya itu
mereka juga mendapatkan perhatian dari keluarga dalam hal pendidikan agama, oleh
karena itu mereka tidak menyimpang dari karakteristik remaja yang beragama,
bahkan banyak diantara mereka sering pergi kemasjid untuk sholat serta mengikuti
pengajian remaja. Maka dari itu Keluarga, terutama orang tua mempunyai peranan
yang penting dalam membina jiwa keberagamaan remaja, terkhusus keluarga di RT.
15 Desa Lubuk Lancang Kec. Suak Tapeh Kab. Banyuasin.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan
fakta di lapangan, dengan masalah Bagaimana peranan pendidikan keluarga dalam
membina jiwa keberagamaan remaja? faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga
dalam membina jiwa keberagamaan remaja?. Maka tujuannya untuk mengetahui
peranan pendidikan keluarga dalam membina jiwa keberagamaan remaja, untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam membina jiwa
keberagamaan remaja di RT. 15 Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh
Kabupaten Banyuasin. Sumber data (informan) meliputi data primer yaitu data yang
didapat langsung dari sumber data melalui informan yaitu orang tua yang mempunyai
anak usia 13-21 tahun dan sumber data sekunder yaitu data penunjang di dalam
penelitian ini, seperti buku-buku, internet serta bahan-bahan kepustakaan lain yang
ada relevansinya dengan penelitian ini, maka peneliti menggunakan alat pengumpul
data yang berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi.
Hasil dari penelitian yang peneliti lakukan, yaitu: Pertama: Peranan
pendidikan keluarga dalam membina jiwa keberagamaan remaja di RT. 15 Desa
Lubuk Lancang Kec. Suak Tapeh Kab. Banyuasin yaitu orang tua membiasakan anak
untuk melakukan perilaku terpuji sejak usia dini, orang tua membina, orang tua
melatih, orang tua menjadikan dirinya suri tauladan untuk anaknya, orang tua
memberikan perhatian kasih sayang dengan penuh kehangatan kepada anak, orang tua
respons terhadap kebutuhan anak, orang tua mendorong anak untuk menyatakan
pendapat, saran atau pertanyaan, orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk
memilih dan melakukan tindakan, orang tua mengontrol aktivitas anak, orang tua
memberikan nasihat kepada anak, serta orang tua memberikan hukuman. Kedua:
Faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam membina jiwa keberagamaan
remaja yaitu, faktor internal yaitu anak itu sendiri, faktor eksternal yaitu pendidikan
agama orang tua kepada anak, lingkungan, teman sepergaulan anak, dan media
elektronik.