Abstract :
Penelitian Disertasi ini berjudul Tarekat Sebagai Sistem
Pendidikan Tasawuf (Studi Karakteristik Sistem Pendidikan Tarekat
Qodiriyah Wa Naqsabandiyah di Kabupaten Ogan Komering Ilir).
Hal ini dilatar belakangi oleh tumbuh dan berkembangnya hasrat pada
spiritualisme atau tasawuf di masyarakat dalam bentuk ajaran tarekat.
Ajaran tasawuf yang dulunya bersifat eksklusif dan individual yang
hanya bisa dipelajari oleh orang-orang khusus, dalam perkembanganya
mengalami pergeseran sehingga bersifat inklusif dan
komunal/kelompok yang bisa dipelajari oleh semua kalangan umat
Islam. Tumbuhnya Majlis-majlis tasawuf menjadi embrio terbentuknya
institusi-institusi non formal tasawuf yang disebut tarekat. Tarekat
Qadiriyah wa Naqsabandiyah (TQN) merupakan salah satu intitusi
pendidikan tasawuf yang di dalamnya terdiri dari komponen?komponen pendidikan yang bekerja secara sistemik. Sehingga rumusan
masalahnya adalah bagaimana karakteristik dalam sistem pendidikan
tasawuf Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang meliputi aspek;
Tujuan Pendidikan, Pendidik, Peserta didik, Proses Pendidikan,
Kurikulum dan evaluasi.
Penelitan ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field
Reseach), sedangkan pendekatan penelitian yang penulis gunakan
adalah sosiologis. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif?kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan sumber
data primer dan skunder yaitu mursyid tarekat, murid
(Jamaah/pengikut), pengurus JATMAN Provinsi dan Kabupaten, serta
buku-buku panduan TQN. Teknik pengumpulan data yaitu dengan
teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data-data
diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif?kualitatif dengan teknisnya yakni pengumpulan data, proses pemilihan
data (reduksi data), penayajian data (display data), dan penarikan
kesimpulan.
Penelitian ini menemukan bahwa di dalam Tarekat Qadiriah
Wa Naqsyabandiyah Ogan Komering Ilir, terdapat komponen?komponen pendidikan yang bekerja secara sistemik, diantaranya
xix
adalah: Tujuan Pendidikan yang memiliki karakteristik Ritualis
perfektif, menjadi seorang al?Abid al Kamil,Pendidik yang memiliki
karakteristik (Teacher Centered), mursyid (guru tarekat) menjadi
pengendali utama dalam pendidikan, Peserta didik yang memiliki
karakteristik Resignation Religious yaitu Penyerahan diri
sepenuhnya/memiliki keyakinan yang kuat terhadap bimbingan
spiritual yang diberikan oleh mursyid dalam bentuk (Rabithah dan
Wasilah).Proses Pendidikan yang memiliki karakteristik Religious
Internalisation yaitu internalisasi nilai-nilai keagamaan melalui
Dzikrullah (Dzikir Darajah dan Khasanah), dan dengan metode
Takhalli, Tahalli dan Tajalli.Kurikulum yang memiliki karakteristik
Subjek Eksperiance Oriented yaitu berorientasi pada pengalaman?pengalaman rohani murid melalui amaliah dan ajaran tarekat (Dzikir
darajah, Tawajuhan, Khataman, Manaqiban dan Dzikir Hasanah).
Evaluasi yang memiliki karakteristik Kolegial Personal dalam
pengertian evaluasi berbasis kelembagaan (kolegial) dan evaluasi
individu (personal) dalam artian berdasarkan kondisi
spiritual/batiniyah murid melalui isyarah mursyid.
Dengan temuan diatas maka kontribusi terpenting dalam
penelitian ini adalah Secara praktis, disertasi ini menunjukkan bahwa
keberadaan lembaga pendidikan tasawuf tarekat Qadiriyah wa
Naqsabandiyah (TQN) di Kab. Ogan Komering Ilir merupakan salah
satu institusi pendidikan Keagamaan Islam yang memiliki aspek?aspek manajemen dan fokus terhadap pembinaan rohani masyarakat
sehingga mampu melahirkan karakter masyarakat yang positif dalam
menghadapi derasnya arus nilai-nilai globalisasi/peradaban modern
dimasa sekarang ini.