Abstract :
Penelitian ini berfokus kepada bentuk partisipasi poitik Muslim Tionghoa
di Kampung Bintang Kota Pangkalpinang dalam Pileg Periode 2014-2019.
Partisipasi ini penting diteliti untuk melihat bagaimana bentuk serta apa saja yang
mempengaruhi tingkat partisipasi yang ada di Kampung Bintang. Penelitian ini
merupakan penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi, dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori
partisipasi politik dengan jenis pendekatan perilaku politik. Terdapat dua rumusan
masalah dalam penelitian ini. Pertama, apa saja bentuk-bentuk partisipasi politik
Muslim Tionghoa yang ada di Kampung Bintang Kota Pangkalpinang. Kedua,
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi politik Muslim Tionghoa
yang ada di Kampung Bintang Kota Pangkalpinang.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah; bentuk-bentuk partisipasi yang
paling banyak diikuti masyarakat Muslim Tionghoa di Kampung Bintang seperti
pemberian suara (voting), komunikasi individual dengan pejabat politik dan
administratif, serta membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan.
Selain dari bentuk-bentuk partisipasi politik Muslim Tionghoa di Kampung
Bintang terdapat juga faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti; faktor
pendorong yang mempengaruhi etnis Tionghoa/Muslim Tionghoa untuk turut
serta dan ikut andil dalam partisipasi politik di Kampung Bintang seperti : status
sosial dan ekonomi, situasi, afiliasi orang tua, pengalaman berorganisasi,
kesadaran politik, kepercayaan terhadap pemerintah, dan perangsang partisipasi
melalui sosialisasi media massa dan diskusi-diskusi informal. Selain faktor
pendorong adapun faktor pendukung yang mempengaruhi tingkat partisipasi
politik Muslim Tionghoa di Kampung Bintang yaitu akulturasi budaya yang tinggi
di Kota Pangkalpinang, terbukti dengan setiap diadakannya kegiatan pemilu disini
selalu terlihat kondusif. Faktor penghambat yang menyebabkan buruk/rendahnya
tingkat partisipasi politik itu sendiri dikarenakan: pemerintah, partai politik, dan
penyelenggaraan pemilu itu sendiri.