Abstract :
ABSTRAK
laki -Masalah kepemimpinan adalah hak bagi setiap laki
ataupun wanita. Apalagi sejak adanya kesetaraan gender, wanita
dan berkarya dalam bidang belajar sangat di dukung untuk terus
apapun termasuk untuk menjadi seorang pemimpin asalkan
pimpin. ia akan yang memimpin bidang mampu wanita tersebut
Di Indonesia ada dua organisasi masyarakat terbesar yakni
Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, NahdlatulUlama adalah
dan jam?ah wal ahlussunnah rganisasi yang menganut fahamo
sangat kental akan adat istiadatnya dan Muhammadiyah adalah
n arepreb tagnas numan ha'dib itna mahaf utnagnem isasinagro
Namun demikian Islam aktif untuk memajukan pendidikan umat
antara yang pandangan-pandangan juga banyak berbeda
Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dari berbagai macam
masalah terutama masalah hukum Islam, berdasarkan -masalah
rumusan masalah dalam penelitian ini maka uraian tersebut
a menurut tokoh adalah 1. Bagaimana kepemimpinan politik wanit
Palembang. 2. Bagaimana kepemimpinan kota Nahdlatul Ulama
politik wanita menurut tokoh Muhammadiyah kota Palembang. 3.
Bagaimana persamaan dan perbedaan kepemimpinan politik
dan tokoh
Ulama
tokoh Nahdlatul
menurut
wanita
.angPalemb Muhammadiyah
Dalam penyusunan penelitian ini menggunakan metode
kualitatif, yaitu penelitian yang lebih menekankan analisisnya
pada penyimpulan deduktif dan induktif serta analisis terhadap
dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan
Im i ah. Jenis penelitian yang digunakan menggunakan logika i
dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research).
Penulis terjun langsung ke objek penelitian yang dapat
memberikan penjelasan tentang kepemimpinan politik wanita
koh Muhammadiyah menurut para tokoh Nahdlatul Ulama dan To
kota Palembang. Wawancara dilakukan kepada beberapa tokoh
.Nahdlatul Ulama dan tokoh Muhammadiyah kota Palembang
Kesimpulan dari hasil penelitian tentang persfektif tokoh
Nahdlatul Ulama dan tokoh Muhammadiyah kota Palembang
laki, wanita juga memiliki hak untuk ikut -lain lakiyaitu bahwa se
berpartisipasi dalam kanca politik negara. Menurut pandangan
Palembang wanita sangat di kota tokoh Nahdlatul Ulama-tokoh
terjun dalam dunia politik, dan begitupun ikut dukung untuk
menurut pandangan tokoh Muhammadiyah dengan catatan
asalkan wanita tersebut tidak melupakan kodratnya sebagai istri
rumah tangga agar melaksanakan tugas dan ibu ataupun
tanggungjawabnya di rumah terlebih dahulu. Karena banyak
erjun dalam dunia karir terutama ikut t yang sekali para wanita
dalam hal politik, mereka justru lalai dengan tugas dan
tangga rumah ibu tangungjawabnya sebagai
Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kepemimpinan :Kata kunci