Abstract :
Skripsi ini berjudul : Konsep Wujud Tuhan Menurut Syeikh Ibnu
?Athaillah Dalam Kitab Al-Hikam (Analisis Epistemologi). Adapun rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana konsep wujud Tuhan menurut
Syeikh Ibnu ?Athaillah dalam kitab Al-Hikam dan Bagaimana Pemikiran
epistemologi Syeikh Ibnu ?Athaillah mengenai wujud Tuhan ? ?
Penelitian ini merupakan penelitian library research, yaitu penelitian yang
dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku literatur. Adapun sumber data
dalam penelitian ini ditinjau dari pendekatan filosofis yang terbagi menjadi dua,
yaitu sumber primer dan sumber-sumber sekunder. Sumber primer yang penulis
gunakan dalam penelitian ini adalah kitab Al-Hikam yang merupakan karya
populer Syeikh Ibnu ?Athaillah sebagai tokoh kajian dalam penelitian ini. Adapun
sumber-sumber sekunder yang penulis gunakan dalam penelitian ini berupa
literatur-literatur yang membahas mengenai konsep pemikiran Syeikh Ibnu
?Athaillah tentang wujud Tuhan yang ditinjau dalam epistemologinya.
Konsep wujud Tuhan menurut Syeikh Ibnu ?Athaillah dalam kitab Al?Hikam yaitu wujud Tuhan itu jelas dan dapat disaksikan dengan mata batin (?ainul
bashirah) para kaum ?arif. Untuk dapat mengetahui wujud Tuhan, Syeikh Ibnu
?Athaillah mengemukakan tiga tahapan dalam mengenal Tuhan, yaitu su?a?ul
bashirah, ?ainul bashirah dan haqqul bashirah. Dari mengenal Tuhan, maka
seorang hamba dapat mengetahui wujud Tuhan dengan melalui cara
(epistemologi) suluk dengan dilaluinya melalui ibadah mu?amalah. Adapun
epistemologi Syeikh ibnu ?Athaillah dalam mengkaji wujud Tuhan, Syeikh Ibnu
?Athaillah menggabungkan antara epistemologi burhani dengan epistemologi
?irfani. Epistemologi burhani yang diwakili oleh para filosof dengan dalil ?wujud
alam semesta menunjukkan wujud Tuhan?. Sedangkan epistemologi ?irfani
diwakili oleh para sufisme dengan dalil ?wujud Tuhan menunjukkan wujud alam
semesta. Di dalam kitab Al-Hikam, Syeikh Ibnu ?Athaillah lebih condong terhadap
epistemologi ?irfani.
Dari analisa yang penulis lakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa
konsep wujud Tuhan perspektif epistemologi Syeikh Ibnu ?Athaillah dalam kitab
Al-Hikam adalah wujud Tuhan itu Jelas dan dapat diketahui dengan mata batin.
Jelas yang dimaksudkan adalah pada tahap ini, para kaum sufi telah mencapai
kepada maqam ma?rifat, maka Cahaya Kebenaran akan tampak Jelas. Tetapi
sebatas cahaya kebenarannya, bukan Dzat atau wujud_Nya. Hal ini karena dalam
dunia tasawuf, para sufi pada umumnya telah mencapai maqam ma?rifat yang bisa
menyaksikan wujud Tuhan dengan hati secara langsung (Musyahadah
mubasyarah). Mereka para kaum sufisme melihat Allah dengan mata batinnya
yang disebut ?Ainul bashirah. Adapun epistemologinya dilalui dengan jalan suluk
yang dilakukan dengan ibadah mu?amalah.
Kata-kata kunci : Epistemologi, Wujud, Tuhan, Suluk, Mu?amalah,
Ma?rifat, Sufisme, Filosof, Al-Hikam