Abstract :
Strategi guru PAI sangatlah penting dalam Pembinaan akhlak murid,
karena akhlak tidak cukup hanya dipelajari, tanpa ada strategi untuk
membentuk pribadi yang berakhlak. Melihat fenomena yang terjadi di SD
Negeri 1 Perigi Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering
Ilir, murid berkelahi sesama teman, dan keluar masuk kelas tanpa permisi.
Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui akhlak murid,
kedua, untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam
pembinaan akhlak murid dan ketiga, untuk mengetahui faktor pendukung dan
penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah
murid kelas V di SD Negeri 1 Perigi Kecamatan Pangkalan Lampam
Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana akhlak murid kelas
V di SD Negeri 1 Perigi Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan
Komering Ilir? bagaimana strategi yang digunakan oleh guru dalam pembinaan
akhlakul karimah murid kelas V di SD Negeri 1 Perigi Kecamatan Pangkalan
Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir? faktor apa saja yang mendukung dan
menghambat Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan akhlak Murid
kelas V di SD Negeri 1 Perigi Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan
Komering Ilir?
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Populasi
dari penelitian ini adalah seluruh murid kelas V Tahun ajaran 2017. Sedangkan
sampel dari penelitian ini terdiri dari 25 orang murid kelas V di SD Negeri 1
Perigi Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun
ajaran 2016-2017. Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data yang
berupa observasi, angket, wawancara dan dokumentasi.
Setelah dilakukan analisis data, Secara umum akhlak murid kelas V di
SD Negeri 1 Perigi Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering
Ilir dapat dikatakan sedang (karena dari 25 orang responden 18 orang atau 72%
), sikap dan perilaku murid biasa-biasa saja seperti anak-anak lainnya. Maka
hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 25 orang responden 18 orang atau 72%
masuk dalam kategori sedang. Sedangkan dalam kategori baik hanya 3 orang
atau 12% dan yang termasuk kategori kurang 4 orang atau 16%.