Abstract :
Otonomi daerah adalah salah satu usaha untuk mengoptimalkan keefektifan pemerintah dalam pembangunan dan realisasi pelayanan kepada masyarakat. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan pemekaran Kabupaten Pali pada tahun 2013 apakah aspirasinya datang dari masyarakat sendiri atau adanya motif politik. Proses pemerkaran kabupaten Pali mendapatkan hambatan baik dari faktor internal ataupun faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan metode qualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data yang menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga poin utama dalam pemekaran kabupaten PALI yaitu (1) proses pemekaran, (2), aktor (3) adanya perspektif politik. Pemekaran kabupaten pali masih memiliki nuansa negatif dimana pemerintah perlu untuk membenahi dari berbagai aspek di ligi pemerintahan.